Total Tayangan Halaman

Kamis, 15 Desember 2011

ASKEP MIOKARDITIS

BAB I

PENDAHULUAN


    I.I            Latar Belakang

Myocardium lapisan medial dinding jantung yang terdiri atas jaringan otot jantung yang sangat khusus (Brooker, 2001). Myocarditis adalah peradangan pada otot jantung atau miokardium. pada umumnya disebabkan oleh penyakit-penyakit infeksi, tetapi dapat sebagai akibat reaksi alergi terhadap obat-obatan dan efek toxin bahan-bahan kimia dan radiasi (FKUI, 1999).
Myocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland, 2002).
Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges, 1999). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa myocarditis adalah peradangan/inflamasi otot jantung oleh berbagai penyebab terutama agen-agen infeksi.

 I.II            Tujuan Penulisan

A.    Tujuan Umum

Agar mahasiswa dapat memberikan asuhan keperawatan pada penyakit miokarditis.

B.     Tujuan Khusus

·         Agar mahasiswa dapat memahami pengertian tentang asfiksia.
·         Agar mahasiswa dapat mamahami asuhan keperawatan asfiksia dengan benar.
·         Agar mahasiswa dapat memahami tanda dan gejala asfiksia.
·         Agar mahasiswa dapat penularan / proses terjadinya asfiksia pada neonatus

I.III            Sistematika penulisan

BAB I PENDAHULUAN
I.I Latar Belakang
I.II Tujuan Penulisan
A.    Tujuan Umum
B.     Tujuan Khusus
I.III Sistematika Penulisan
BAB II TINJAUAN TEORI
II.I Pengertian
II.II Etiologi
II.III Patofisiologi
II.IV Tanda dan gejala
II.V Penatalaksanaan
II.VI Komplikasi
II.VII Prognosis
II. VII Pemeriksaan penunjang
BAB III ASKEP
BAB IV PENUTUP
Terdiri dari kesimpulan.

BAB II

TINJAUAN TEORI

II.I             Pengertian

Miokarditis adalah peradangan atau  inflamasi pada miokardium. Peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, jamur, bakteri, parasit dan protozoa.

II.II                      Etiologi

Penyebab dari peradangan miokardium tersebut adalah
·         infeksi virus
·         Jamur
·         Bakteri
·         Parasit
·         Protozoa.

II.III                   Patofisiologi

Kerusakan miokard oleh kuman-kuman infeksius dapat melalui tiga mekanisme dasar :
·         Invasi langsung ke miokard.
·         Proses immunologis terhadap miokard.
·         Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium.
Proses miokarditis viral ada 2 tahap :
Fase akut berlangsung kira-kira satu minggu, dimana terjadi invasi virus ke miokard, replikasi virus dan lisis sel. Kemudian terbentuk neutralizing antibody dan virus akan dibersihkan atau dikurangi jumlahnya dengan bantuan makrofag dan natural killer cell (sel NK).
Pada fase berikutnya miokard diinfiltrasi oleh sel-sel radang dan system immune akan diaktifkan antara lain dengan terbentuknya antibody terhadap miokard, akibat perubahan permukaan sel yang terpajan oleh virus. Fase ini berlangsung beberapa minggu sampai beberapa bulan dan diikuti kerusakan miokard dari yang minimal sampai yang berat (FKUI, 1999).

II.IV                   Tanda dan gejala

·         Letih
·         Dipsneu
·         Detak jantung tidak teratur
·         Demam
·         Menggigil
·         Anoreksia
·         Nyeri dada

II.V                      Penatalaksanaan

Penanganan pada pasien dengan Miokarditis adalah:
·         Pasien diberi pengobatan khusus terhadap penyebab yang mendasari (penisilin untuk streptokokus hemolitikus).
·         Pasien dibaringkan ditempat tidur untuk mengurangi beban jantung. Berbaring juga membantu mengurangi kerusakan miokardial residual dan komplikasi miokarditis.
·         Fungsi jantung dan suhu tubuh harus selalu dievaluasi.
·         Bila terjadi gagal jantung kongestiv harus diberikan obat untuk memperlambat frekuensi jantung dan meningkatkan kekuatan kontraksi.

II.VI                   Komplikasi

Komplikasi yang terjadi bila terkena Miokarditis adalah :
·         Kardiomiopati
·         Payah jantung kongresif
·         Efusi pericardial
·         AV block total
·         Trobi kardiak
·         Gagal jantung

II.VII                Pemeriksaan Penunjang

1.      Laboratorium
Pemeriksaan laboratorium untuk menentukan etiologi. Biakan darah dapat menemukan sebagian besar organisme pathogen.Pada infeksi parasit terdapat eosinofilia sebagai laju endapan meningkat. Enzim keratin kinase atau laktat dehidroginase (LDH) dapat meningkat sesuai luasnya nekrosis miokard.
2.      Elektrocardiograf
Muncul kelainan sinus takikardia, perubahan segmen ST dan gelembung T serta low voltage. Kadang ditemukan aritmia arial atau ventrikuler, AV block, intra ventrikulerconduction defek dan QT memanjang.
3.      Foto thorak
Ukuran jantung sering membesar kadang disertai kongesti paru.
4.      Ekokardiograf
Pada kedua ventrikel sering didapat hipokinesis, bersifat regional terutama di apeks. Adanya penebalan dinding ventrikel, trombi ventrikel kiri, pengisian diastolic yang abnormal dan efusi pericardial.
5.      Biopsy endomiokardial
Melalui biopsy tranvernous dapat diambil endomiokardium ventrikel kanan kiri. Hasil biopsy yang positif memiliki nilai diagnostic sedang negative tidak dapat menyingkirkan miokarditis. Diagnosis ditegakkan bila pada biopsy endomiokardial didapatkan nekrosis atau degenerasi parasit yang dikelilingi infiltrasi sel sel radang.








BAB III

ASKEP


IV.I                      Pengkajian
1.      Kaji identitas klien dan penanggung jawab.
2.      Riwayat klien
·         Keluhan utama
·         Riwayat kesehatan sekarang
·         Riwayat kesehatan dahulu
·         Riwayat kesehatan keluarga
·         Riwayat sosial
·         Riwayat pekerjaan
3.      Pemeriksaan fisik
·         Keadaan umum
·         Tanda-tanda vital
·         Sistem neurologis
·         Sistem penglihatan
·         Sistem pendengaran
·         Sistem pernapasan
·         Sistem kardiovaskuler
·         Sistem gastrointestinal
·         Sistem perkemihan
·         Sistem musculoskeletal
·         Sistem integument
·         Sistem reproduksi
·         Sistem endokrin
4.      Pola aktivitas sehari-hari
5.      Pemeriksaan penunjang
6.      Terapi medis

Misalkan hasil pengkajian pada klien miokarditis, meliputi :
a.       Aktivitas / istirahat
Gejala : kelelahan, kelemahan.
Tanda : takikardia, penurunan tekanan darah, dispnea dengan aktivitas.
b.      Sirkulasi
Gejala : riwayat demam rematik, penyakit jantung congenital, bedah jantung, palpitasi, jatuh pingsan.
Tanda : takikardia, disritmia, perpindaha titik impuls maksimal, kardiomegali, frivtion rub, murmur, irama gallop (S3 dan S4), edema, DVJ, petekie, hemoragi splinter, nodus osler, lesi Janeway.
c.       Eliminasi
Gejala : riwayat penyakit ginjal/gagal ginjal ; penurunan frekuensi/jumlsh urine.
Tanda : urin pekat gelap.
d.      Nyeri/ketidaknyamanan
Gejala : nyeri pada dada anterior (sedang sampai berat/tajam) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakkan menelan, berbaring.
Tanda : perilaku distraksi, misalnya gelisah.
e.       Pernapasan
Gejala : napas pendek ; napas pendek kronis memburuk pada malam hari (miokarditis).
Tanda : dispnea, DNP (dispnea nocturnal paroxismal) ; batuk, inspirasi mengi ; takipnea, krekels, dan ronkhi ; pernapasan dangkal.
IV.II                   Analisa data
No.
Data
Etiologi
Masalah
1.
DO :
         nyeri pada dada anterior (sedang sampai berat/tajam) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakkan menelan.
DS :
         perilaku distraksi, misalnya gelisah
Ruangan dengan berbagai alat

Suara monitor

Penyakit yg mengancam jiwa

 Lingkungan yang asing

Gelisah
G3 rasa nyeri / ketidaknyamanan
2.
DO : Kelelahan, kelemahan
DS :
      Takikardia
      penurunan tekanan darah
      dispnea dengan aktivitas

Gangguan pada miokardium.
Jantung tidak memompakan darah dengan baik.
Oksigen dan nutrisi tidak tersebar ke seluruh tubuh.
G3 aktivitas / istirahat
3.
DO : demam, sesak.
DS : riwayat infeksi virus, bakteri, jamur (miokarditis) trauma dada ; penyakit keganasan / iradiasi thorakal.

Invasi langsung ke miokard.
Proses immunologis terhadap miokard.
Mengeluarkan toksin yang merusak miokardium.

G3 kardiovaskuler
4.
DO :
         terapi intravena jangka panjang atau pengguanaan kateter indwelling atau penyalahgunaan obat parenteral
DS :
Pemberian terapi intravena
Gangguan pada miokardium.
Jantung tidak memompakan darah dengan baik.
Oksigen dan nutrisi tidak tersebar ke seluruh tubuh.
G3 pola nutrisi

IV.III                Diagnosa keperawatan
Diagnosa keperawatan yang muncul pada pasien dengan myocarditis (Doenges, 1999) adalah :
·         Nyeri berhubungan dengan inflamasi miokardium, efek-efek sistemik dari infeksi, iskemia jaringan.
·         Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi dan degenerasi sel-sel otot miokard, penurunan curah jantung.
·         Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan degenerasi otot jantung, penurunan/kontriksi fungsi ventrikel.
·         Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan berhubungan dengan kurang pengetahuan/daya ingat, mis- intepretasi informasi, keterbatasan kognitif, menyangkal diagnosa.
IV.IV                Perencanaan
1.      Nyeri berhubungan dengan inflamasi miokardium, efek-efek sistemik dari infeksi, iskemia jaringan.
DO : nyeri pada dada anterior (sedang sampai berat/tajam) diperberat oleh inspirasi, batuk, gerakkan menelan, berbaring
DS : perilaku distraksi, misalnya gelisah
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam,pasien tampak :
·         Nyeri hilang atau terkontrol.
·         Nyeri berkurang atau hilang.
·         Klien tampak tenang.
INTERVENSI
RASIONAL
         Selidiki keluhan nyeri dada, perhatikan awitan dan faktor pemberat atau penurun. Perhatikan petunjuk nonverbal dari ketidaknyamanan, misalnya ; berbaring dengan diam/gelisah, tegangan otot, menangis.
         Berikan lingkungan yang tenang dan tindakan kenyamanan misalnya ; perubahan posisi, gosokkan punggung, penggunaan kompres hangat/dingin, dukungan emosional.
         Berikan aktivitas hiburan yang tepat
pada nyeri ini memburuk pada inspirasi dalam, gerakkan atau berbaring dan hilang dengan duduk tegak/membungkuk.
tindakan ini dapat menurunkan ketidaknyamanan fisik dan emosional pasien.
mengarahkan kembali perhatian, memberikan distraksi dalam tingkat aktivitas individu.

2.      Intoleransi aktivitas berhubungan dengan inflamasi dan degenerasi sel-sel otot miokard, penurunan curah jantung.
DO : Kelelahan, kelemahan
DS : Takikardia, Penurunan tekanan darah, Dispnea dengan aktivitas
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam :
·         pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.
·         perilaku menampakan kemampuan untuk memenuhi kebutuhan diri.
·         pasien mengungkapkan mampu untuk melakukan beberapa aktivitas tanpa dibantu.
·         Koordinasi otot, tulang dan anggota gerak lainya baik.
INTERVENSI
RASIONAL
         Kaji respons pasien terhadap aktivitas. Perhatikan adanya perubahan dan keluhan kelemahan, keletiahan, dan dispnea berkenaan dengan aktivitas.
         Pantau frekuensi/irama jantung, TD, dan frekuensi pernapasan sebelum dan setelah aktivitas dan selama diperlukan
         Pertahankan tirah baring selama periode demam dan sesuai indikasi
         Rencanakan perawatan dengan periode istirahat/tidur tanpa gangguan.
         Bantu pasien dalam program latihan progresif bertahap sesegera mungkin untuk turun dari tempat tidur, mencatat respons tanda vital dan toleransi pasien pada peningkatan aktivitas.
         kolaborasi pemberian oksigen suplemen sesuai indikasi.
miokarditis menyebabkan inflamasi dan kemungkinan kerusakan fungsi sel-sel miokardial.
membantu menentukan derajat dekompensasi jantung dan pulmonal. Penurunan TD, takikardia, disritmia, dan takipnea adalah indikatif dari kerusakan toleransi jantung terhadap aktivitas.
meningkatkan resolusi inflamasi selama fase akut.
memberikan keseimbangan dalam kebutuhan dimana aktivitas bertumpu pada jantung.
saat inflamasi/kondisi dasar teratasi, pasien mungkin mampu melakukan aktivitas yang diinginkan, kecuali kerusakan miokard permanen/terjadi komplikasi.
memaksimalkan ketersediaan oksigen untuk menurunkan beban kerja jantung.

3.      Risiko tinggi terhadap penurunan curah jantung berhubungan dengan degenerasi otot jantung, penurunan/kontriksi fungsi ventrikel.
DO : demam, sesak.
DS : riwayat infeksi virus, bakteri, jamur (miokarditis trauma dada ; penyakit keganasan/iradiasi thorakal.
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 3x24 jam :
·         mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung.
·         melaporkan/menunjukkan penurunan periode dispnea, angina, dan disritmia.
·         memperlihatkan irama dan frekuensi jantung stabil
INTERVENSI
RASIONAL
         Pantau frekuensi/irama jantung, TD, dan frekuensi pernapasan sebelum dan setelah aktivitas dan selama diperlukan.
         Pertahankan tirah baring dalam posisi semi-Fowler.
         Auskultasi bunyi jantung. Perhatikan jarak/muffled tonus jantung, murmur, gallop S3 dan S4.
         Berikan tindakan kenyamanan misalnya ; perubahan posisi, gosokkan punggung, dan aktivitas hiburan dalam tolerransi jantung
membantu menentukan derajat dekompensasi jantung dan pulmonal. Penurunan TD, takikardia, disritmia, dan takipnea adalah indikatif dari kerusakan toleransi jantung terhadap aktivitas.
menurunkan beban kerja jantung, memaksimalkan curah jantung.
memberikan deteksi dini dari terjadinya komplikasi misalnya : GJK, tamponade jantung.
meningkatkan relaksasi dan mengarahkan kembali perhatian.

4.      Kurang pengetahuan (kebutuhan belajar) mengenai kondisi, rencana pengobatan berhubungan dengan kurang pengetahuan/daya ingat, mis- intepretasi informasi, keterbatasan kognitif, menyangkal diagnosa.
DO : terapi intravena jangka panjang atau pengguanaan kateter indwelling atau penyalahgunaan obat parenteral.
DS : Pemberian terapi intravena
Tujuan dan kriteria hasil :
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 30 menit :
·         menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengobatan.
·         mengidentifikasi efek samping obat dan kemungkinan komplikasi yang perlu diperhatikan.
·         memperlihatan perubahan perilaku untuk mencegah komplikasi
INTERVENSI
RASIONAL
         Kaji kesiapan dan hambatan dalam belajar termasuk orang terdekat.
         Jelaskan efek inflamasi pada jantung, secara individual pada pasien. Ajarkan untuk memperhatikan gejala sehubungan dengan komplikasi/berulangnya dan gejala yang dilaporkan dengan segera pada pemberi perawatan, contoh ; demam, peningkatan nyeri dada yang tak biasanya, peningkatan berat badan, peningkatan toleransi terhadap aktivitas.
         Anjurkan pasien/orang terdekat tentang dosis, tujuan dan efek samping obat; kebutuhan diet ; pertimbangan khusus ; aktivitas yang diijinkan/dibatasi.
Perasaan sejahtera yang sudah lama dinikmati mempengaruhi minat pasien/orang terdekat untuk mempelajari penyakit.
untuk bertanggung jawab terhadap kesehatan sendiri, pasien perlu memahami penyebab khusus, pengobatan dan efek jangka panjang yang diharapkan dari kondisi inflamasi, sesuai dengan tanda/gejala yang menunjukan kekambuhan/komplikasi.
informasi perlu untuk meningkatkan perawatan diri, peningkatan keterlibatan pada program terapeutik, mencegah komplikasi.

IV.V                   Evaluasi
Evaluasi adalah stadium pada proses keperawatan dimana taraf keberhasilan dalam pencapaian tujuan keperawatan dinilai dan kebutuhan untuk memodifikasi tujuan atau intervensi keperawatan ditetapkan (Brooker, 2001). Evaluasi yang diharapkan pada pasien dengan myocarditis (Doenges, 1999) adalah :
1)      Nyeri hilang atau terkontrol.
2)      Pasien memiliki cukup energi untuk beraktivitas.
3)      Mengidentifikasi perilaku untuk menurunkan beban kerja jantung.
4)      Menyatakan pemahaman tentang proses penyakit dan regimen pengobatan.




BAB IV

PENUTUP

IV.I                      Kesimpulan

Myocarditis adalah peradangan dinding otot jantung yang disebabkan oleh infeksi atau penyebab lain sampai yang tidak diketahui (idiopatik) (Dorland, 2002).
Miokarditis adalah inflamasi fokal atau menyebar dari otot jantung (miokardium) (Doenges, 1999). Dari pengertian diatas dapat disimpulkan bahwa myocarditis adalah peradangan/inflamasi otot jantung oleh berbagai penyebab terutama agen-agen infeksi.
Miokarditis adalah peradangan atau  inflamasi pada miokardium. Peradangan ini dapat disebabkan oleh infeksi virus, jamur, bakteri, parasit dan protozoa.